Perluasan Masjidil Haram Merupakan Motivasi Utama Kerja Keras Di Era Saudi

By KBIH Assalamah / 2017-10-20 08:27:04 / 580 Read
Perluasan Masjidil Haram Merupakan Motivasi Utama Kerja Keras Di Era Saudi

Perluasan Masjidil Haram Merupakan Motivasi Utama Kerja Keras Di Era Saudi


Dapat disaksikan bahwa desain bangunan dan arsitektur Masjidil Haram banyak mengalami perkembangan selama berabad-abad silam, dimulai dari Raja Abdul Aziz –semoga Allah merahmatinya-  kemudian dilanjutkan oleh anak cucu keturunannya. Selanjutnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi titik sentral perhatian dalam pemeliharaannya yang dilandasi keimanan dengan maksud menggapai ridha Allah semata, mengharap pahala Allah, dengan memberikan pelayanan kepada kaum muslim yang sengaja datang melakukan haji, umroh dan ziarah dari berbagai penjuru timur dan barat pelosok bumi ini. Masjidil Haram tidak pernah berhenti dari perawatan mulai dari renovasi, pemugaran, perbaikan, perluasan, perubahan arsitektur dan pemeliharaan. Perluasan pertama kali yang dilakukan pada masa Saudi dimulai dari era Raja Abdul Aziz pada tahun 1344 H / 1925 M, kemudian perluasan berlanjut pada era Raja Saud, Raja Faishal, Raja Khalid, Raja Fahd –semoga Allah merahmati mereka-. Namun perluasan terbesar yang bisa disaksikan di Masjidil Haram Makkah adalah yang diluncurkan pada era Khadimul Haramain Syarifain (Pelayan Dua Masjid Suci) Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Di era ini perluasan Masjidil Haram Makkah dibagi dalam tiga tahap dan akan berakhir pada pertengahan tahun 2015 M. Kapasitas Masjidil Haram di saat puncak haji dan umroh secara maksimal dapat menampung 3 juta jamaah shalat, dan 105 ribu / jam jamaah thawaf disekeliling Ka`bah.    

Raja Abdul Aziz

Sang pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz –semoga Allah merahmatinya- mulai memberikan perhatian penuh terhadap Masjidil Haram Makkah ini pada tahun 1344 H. Raja Abdul Aziz menugaskan Syaikh Muhammad bin Laden untuk mendesain secara apik model perluasan Masjidil Haram. Perluasan pertama era Saudi terjadi pada tahun 1375 H, kemudian disusul dengan perluasan era Saudi kedua pada tahun 1389 H. Penambahan luas area Masjidil Haram yang dicapai pada proyek-proyek perluasan ini adalah 171.000 m2, kira-kira setara dengan 6 kali lipat luas serambi Utsmani yang dicapai pada perluasan era sebelumnya. 

Raja Saud

Pada masa ini, Raja Saud –semoga Allah merahmatinya- memerintahkan perluasan tempat sa`i menjadi 2 lantai agar dapat menampung jumlah jamaah shalat sebanyak mungkin. Panjang tempat sa`i bila diukur dalam meteran adalah 394 meter, dan lebarnya 25 meter. Fasilitas pembatas juga dibangun untuk mempermudah pelaksanaan sa`i dan mencegah terjadinya benturan antar sesama jamaah sa`i yang datang dan pergi  ke Shofa dan Marwa. Di tempat sa`i bagian timur didirikan sebanyak 16 pintu, 2 pintu diantaranya dikhususkan sebagai pintu masuk, yaitu pintu Shafa dan Marwa.

Raja Faishal

Raja Faishal bin Abdul Aziz –semoga Allah merahmatinya- pada tahun 1387 H memerintahkan agar mendesain ulang dari desain asli yang ada pada perluasan Masjidil Haram Makkah sebelumnya, dan tetap menjaga keaslian bangunan Masjid di era Ustmani. Usai Perluasan, bangunan Masjidil Haram bertambah besar dan megah, jalan-jalan disekitar Masjidil Haram diperlebar dan diaspal, halaman sekitar Masjid juga diperluas, fasilitas-fasilitas pelayanan dan berbagai posko didirikan agar memudahkan pengaturan lalu lintas disekitar Masjidil Haram. Luas bangunan Masjidil Haram setelah dilakukan perluasan menjadi 193.000 m2, dan diperkirakan mampu menampung 400.000 jamaah shalat.

Raja Khalid

Pada tahun 1397 H Raja Khalid bin Abdul Aziz memerintahkan membuat pintu Ka`bah yang baru, dan lainnya adalah pintu tangga untuk naik ke lantai atap Ka`bah. Pintu-pintu tersebut terbuat dari emas murni. Pada tahun 1399 H raja meresmikan kain penutup pintu Ka`bah dan mengumumkan program yang pertama kali dilakukan dalam bidang pemeliharaan dan kebersihan Masjidil Haram pada tahun 1398 H. 

Pada tahun 1401 H, Raja Khalid memerintahkan membentuk sebuah komite yang bertugas memelihara Ka`bah, mengganti lantai Ka`bah dengan marmer dan membingkai Hajar Aswad.

Raja Fahd

Pada tahun 1409 H, Pelayan Dua Masjid Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz melakukan peletakan batu pertama proyek perluasan Masjidil Haram. Luas bangunan yang terdiri dari beberapa lantai mencapai 76.000 m2 yang terbagi dalam beberapa tingkat, yaitu lantai dasar, lantai pertama, lantai basement (bawah tanah), dan lantai atap (sutuh). Hasil dari perluasan pada masa Raja Fahd diperkirakan dapat menampung 152.000 jamaah shalat.

Proyek perluasan ini meliputi pembangunan halaman luar Masjidil Haram, luasnya mencapai 85.800 m2 yang dapat menampung sekitar 195.000 jamaah shalat.

Setelah proyek perluasan selesai, luas Masjidil Haram Makkah secara keseluruhan termasuk bangunan masjid, lantai atap Masjid dan halaman Masjid mencapai 356.000 m2 dan dapat menampung sekitar 377.000 jamaah shalat di waktu normal, sedangkan di waktu puncak haji dan umroh bulan Ramadhan, luas Masjidil Haram dapat menampung lebih dari 1 juta jamaah shalat.

Raja Abdullah

Khadimul Haramain Syarifain (Pelayan Dua Masjid Suci) Raja Abdullah bin Abdul Aziz Alu Sa`ud membangun perluasan terbesar sepanjang sejarah yang pernah ada di Masjidil Haram Makkah, sejak pertama kali Islam ada hingga saat ini. Perluasan yang dilakukan memakan biaya hingga 80 milyar riyal. Kapasitas Masjidil Haram Makkah meningkat tajam hingga 1.600.000 jamaah shalat di waktu normal.

Proyek Perluasan Masjidil Haram Makkah meliputi:

Proyek pertama adalah mewujudkan pembangunan Kota Makkah Al-Mukarramah secara komprehensif, yang terintegrasi dengan semua distrik dan pelayanan berbagai bidang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan Dewan Pengembangan Kota Makkah Al-Mukarramah. Proyek ini terdiri dari pembangunan jalur ring road 1, 2, 3, dan 4 yang terintegrasi dengan layanan sistem transportasi terpadu. Proyek ini mencakup pembangunan jaringan jalur lalu lintas umum yang langsung menuju Masjidil Haram Makkah dari berbagai arah.   

Proyek Perluasan Area Thawaf: Proyek perluasan area thawaf bertujuan untuk meningkatkan daya tampung jamaah thawaf hingga 3 kali lipat kapasitas saat ini, yaitu 150.000 jamaah thawaf / jam. Tahap pertama perluasan area thawaf yang merupakan perluasan terbesar telah selesai, dan dilanjutkan dengan perluasan tahap kedua setelah musim haji tahun lalu 1434 H berakhir.

Kereta Api Armina: Kapasitas kereta api Armina pada tahun ini mencapai 72.000 jamaah / jam. Jumlah kereta api yang ada saat ini mencapai 17 kereta, dan setiap kereta terdiri dari 12 gerbong. Pembangunan 9 stasiun kereta api juga telah selesai dan mampu menampung sekitar 3000 orang.

Pembangunan Jembatan Jamarat: Proyek pembangunan jembatan Jamarat dianggap sebagai proyek konstruksi terbesar di dunia. Luas total proyek pembangunan fasilitas jamarat ini termasuk luas lereng yang ada mencapai 358.000 m2. Proyek ini dilengkapi dengan fasilitas bangunan untuk berbagai pelayanan yang berjumlah 6 bangunan yang terhubung dengan jembatan jamarat diseluruh tingkat lantainya. Fasilitas lain yang dibangun adalah heliped.

Jam Makkah:Pertama kali di uji coba pada awal Ramadhan 1431 H. Jam Makkah merupakan menara jam terbesar di dunia.   


توسعة الحرم المكي .. درة الجهد السعودي


شهد بناء وعمارة المسجد الحرام نقلات معمارية كثيرة على مر العصور، وأولى الملك عبدالعزيز -رحمه الله- وأبناؤه من بعده المسجد الحرام والمسجد النبوي جل عنايتهم على أساس إيماني قصدوا به وجه الله تعالى وابتغاء مرضاته ومثوبته وخدمة المسلمين في مشارق الأرض ومغاربها حجاجًا وزوارًا ومعتمرين، حيث لم تتوقف العناية بالمسجد الحرام بالإصلاح والترميم والتحسين والتوسعة والعمارة والصيانة، وبدأت أول توسعة سعودية في عهدالملك عبدالعزيز في عام 1344هـ /1925م، ثم تواصلت التوسعات في عهد الملك سعود، والملك فيصل والملك خالد، والملك فهد -رحمهم الله- إلا أن أكبر توسعة شهدها المسجد الحرام دشنها خادم الحرمين الشريفين الملك عبدالله بن عبدالعزيز، تم تقسيمها على ثلاث مراحل وتنتهي توسعة الحرم المكي الشريف الحالية منتصف 2015، بطاقة استيعابية للحرم تتجاوز في ذروتها القصوى ثلاثة ملايين مصلٍ، و105 آلاف طائف حول الكعبة في الساعة الواحدة.

الملك عبدالعزيز:
 
بدأ الملك المؤسس عبدالعزيز -يرحمه الله- في الاهتمام بالحرم المكي الشريف ففي عام 1344هـ:
  
كلف الملك عبدالعزيز الشيخ محمد بن لادن في البدء بوضع التصاميم اللازمة لتوسعة المسجد الحرام وقد كانت التوسعة السعودية الأولى عام 1375هـ، وكانت التوسعة السعودية الثانية عام 1389هـ.
  
بلغت الإضافات التي تمت خلال هذه المشروعات حوالى (171.000) متر مربع وهو ما يعادل ستة أضعاف مساحة الرواق العثماني تقريبًا.
الملك سعود:
 
أمر الملك سعود -رحمه الله- بتوسعة بناء المسعى من طابقين، لاستيعاب أكبر عدد ممكن من المصلين.
 
يبلغ طول المسعى من الداخل 394 مترًا، وعرضه 25 مترًا،
 
أقيم حاجز لتيسير السعي، ومنع التصادم بين الساعين ذهابًا وإيابًا.
 
وأنشئ للمسعى 16 بابًا في الواجهة الشرقية، وخصص مدخلان، أحدهما عند الصفا، والآخر عند المروة.
الملك فيصل:
 
أمر الملك فيصل بن عبدالعزيز -رحمه الله- بتعديل التصميم الأصلي للتوسعة في مكة عام 1387هـ، وذلك للاحتفاظ بمباني المسجد العثماني.
 
تم بناء المكبرية، وشقت الطرق المحيطة بالحرم المكي الشريف، وأنشئت الميادين المتسعة لتنظيم المرور حول الحرم، والمرافق، والخدمات.
 
أصبحت عمارة المسجد الحرام بعد هذه التوسعة 193.000 متر مربع مما جعل الحرم يتسع لحوالى أربعمئة ألف مصل.


الملك خالد:
 
أمر الملك خالد بن عبدالعزيز في عام 1397هـ بصنع باب جديد للكعبة، وآخر لباب السلم إلى سطح الكعبة من الذهب الخالص
 
أزيح الستار عن باب الكعبة في عام 1399هـ وأعلن عن أول برنامج صيانة ونظافة للمسجدالحرام عام 1398هـ
 
أمر الملك خالد في 1401هـ بتشكيل لجنة لصيانة الكعبة وتغيير أرضية رخام الكعبة، وإطار الحجر الأسعد
الملك فهد:
 
في عام 1409هـ، قام خادم الحرمين الشريفين الملك فهد بن عبدالعزيز بوضع حجر الأساس لتوسعة المسجد الحرام.
 
تبلغ مساحة أدوار مبنى التوسعة 76 ألف م2 موزعة على الدور الأرضي، والدور الأول، والقبو، والسطح، وتتسع لحوالى (152 ألف) مصل.
 
وشمل المشروع تجهيز الساحات الخارجية، بمساحة إجمالية تبلغ (85.800) م2 تكفي لاستيعاب (195.000) مصل.
 
وتصبح بذلك مساحة المسجد الحرام شاملة مبنى المسجد بعد توسعته، والسطح، وكامل الساحات (356 ألف) م2
 
تتسع لحوالى (377 ألف) مصل في الأيام العادية، أما في أوقات الحج، والعمرة، ورمضان فيزيد استيعاب الحرم ليصل إلى أكثر من مليون مصل.


الملك عبدالله
أسس خادم الحرمين الشريفين الملك عبدالله بن عبدالعزيز لأكبر توسعة في تاريخ الحرم المكي منذ فجر الإسلام بتكلفة 80 مليار ريال لرفع الطاقة الاستيعابية للحرم إلى مليون و600 ألف مصل خارج أوقات الذروة وتشمل:
مشروع الملك عبدالله لإعمار مكة المكرمة:
 
أول مشروع يحقق التكامل التنموي الشامل لتطوير مكة المكرمة وفق خطة شاملة لكافة الأحياء.
 
يشمل تطوير شبكات الطرق الدائرية الأول والثاني والثالث والرابع مع منظومة متكاملة من وسائل النقل.
 
يتضمن إنشاء شبكات طرق شعاعية تتجه مباشرة للحرم المكي من مختلف الجهات
توسعة المطاف:
 
تتم توسعة المطاف لتتضاعف الطاقة الاستيعابية للمطاف إلى ما يقارب ثلاثة أضعاف الطاقة الحالية ليتمكن150 ألف شخص من الطواف كل ساعة.
 
تم تنفيذ المرحلة الأولى من مشروع أكبر توسعة للمطاف، واستؤنفت المرحلة الثانية بعد حج 1434هـ.
قطار المشاعر:
 
تصل طاقة قطار المشاعر خلال هذا العام إلى نحو 72 ألف حاج في الساعة، حيث يبلغ عدد القطارات 17 قطارًا مزود كل منها بـ12 عربة.
 
تم إنشاء 9 محطات تتسع لـ3 آلاف شخص.
جسر الجمرات:
 
يعتبر مشروع جسر الجمرات من أكبر المشروعات الإنشائية في العالم، حيث تبلغ مساحة المشروع الإجمالية مع المنحدرات حوالى 385.000 متر مربع.
 
تم تزويد المشروع بمبان للخدمات عددها ستة متصلة بالجسر من كافة الطوابق وكذلك مهبطي طائرات.
ساعة مكة:
 
بدأ تشغيلها التجريبي في أول رمضان من العام 1431، وهي أكبر ساعة برج في العالم.